gagal

Masalah Umum dalam Pembuatan Bluder

bluder cokro bakeSenang sekali rasanya berhasil membuat sebuah karya meskipun itu relatif kecil. Berhasil membuat bluder yang sempurna juga merupakan pencapaian yang luar biasa, apalagi jika dilakukan oleh orang yang minim pengetahuan dengan dunia masak-memasak. Memang butuh kesabaran dan ketelatenan dalam menyelesaikan suatu hal. Dalam membuat bluder pun berlaku hal yang sama. Tanpa kesabaran dan kegigihan untuk membuatnya dengan mematuhi aturan resep yang diberikan, kecil kemungkinan bluder bisa terbentuk sempurna.

 

Namun ketika sudah mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin, masih ada beberapa kegagalan yang muncul. Seperti ketika membuat bluder pada kali pertama, ada kemungkinan kegagalan tersebut merupakan salah satu dari beberapa masalah umum yang sering terjadi ketika membuat bluder sebagai berikut.

 

  1. Adonan Gagal Mengembang

Adalah masalah pertama yang paling menyebalkan ketika bluder melewati fase pemanggangan sesuai dengan yang disebutkan pada resep. Penyebab adonan gagal mengembang biasanya karena ragi yang digunakan dalam kualitas buruk, artinya ragi tersebut sudah tidak lagi aktif berkembang biak dan menyebabkan adonan tidak bisa mengembang sempurna. Pastikan Anda menggunakan ragi yang masih aktif dan tidak lewat tanggal kadaluarsa.

 

  1. Warnanya Tetap Pucat

Roti yang berwarna pucat juga termasuk dalam daftar masalah bluder yang menyebalkan. Tampilannya menjadi tidak cantik dan menarik bagi pandangan orang. Warna pucat yang muncul kemungkinan berasal dari fermentasi yang relatif lama sehingga gula yang tercampur rata dalam adonan seolah-olah habis dan tidak menghasilkan warna karamel yang diinginkan.

 

  1. Permukaan yang Kering

Meski membutuhkan suhu yang relatif tinggi, perhatikan suhu oven pada saat proses fermentasi agar tidak menghasilkan masalah permukaan bluder yang terlalu kering bahkan keras.

 

  1. Seratnya Relatif Kasar dan Berongga seperti Roti Biasa

Karena bluder itu dikenal akan serat rotinya yang lembut dan minim rongga, maka adanya serat yang kasar dan berongga adalah kegagalan besar dari pembuatan bluder. Kemungkinan masalah ini muncul karena adonan tidak dikempiskan pasca fermentasi pertama. Karena kesalahan tersebut, masih terdapat banyak gas yang terjebak di dalam adonan yang membuat serat bluder menjadi kasar dan rongga-rongganya terlihat besar.

 

  1. Adonan Ambruk

Apakah adonan bluder yang Anda buat gagal mengembang dan cenderung ambruk? Bisa jadi hal tersebut karena Anda tidak menggunakan garam secukupnya. Garam juga berfungsi sebagai zat untuk memperkuat gluten sehingga bluder bisa mengembang secara kokoh meski seratnya lembut. Jangan lupa untuk menggunakan tepung terigu dengan protein tinggi untuk mendukung adonan kuat.

 

  1. Teksturnya Tidak Lembut dan Cenderung Kosong

Kemungkinan masalah umum yang satu ini muncul karena takaran yang tidak tepat. Maka dari itu penting untuk memiliki alat ukur dalam mempersiapkan berbagai bahan yang akan digunakan dan diolah menjadi bluder.

 

Apakah Anda mengalami salah satu hal di antaranya? Jangan khawatir. Masalah tersebut relatif umum dan pasti bisa diatasi dengan teknik yang lebih tepat. Beberapa tips yang kami tawarkan utnuk menghasilkan adonan bluder sempurna adalah sebagai berikut.

 

  1. Siapkan bahan dan alat sesuai dengan yang disebutkan pada resep. Perbedaan yang mencolok bisa memengaruhi hasil akhir yang mungkin jauh dari ekspektasi sempurna.
  2. Perhatikan masa fermentasi pada beberapa bahan yang tercampur dengan bahan lain karena masing-masing campuran bahan tersebut membutuhkan waktu yang berbeda untuk terfermentasi sempurna.
  3. Perhatikan kerapian adonan sebelum dipanggang karena adanya kebocoran bisa menyebabkan bluder menjadi lengket dan sulit dikeluarkan dari loyang setelah selesai dipanggang.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *